Jakarta - Sejak mengumumkan menggarap kacamata pintar Spectacles, Snapchat yang kini berganti nama menjadi Snap, membuat penasaran. Startup yang semula berkecimpung di media sosial ini pede memasuki ranah wearable gadget.
Ada
banyak hal yang membuat Spectacles unik. Salah satunya karena kacamata
ini membawa visi yang lebih besar. Sejak kelahirannya, Snapchat
berkembang cepat menjadi platform di mana jutaan orang mengupload foto
dan video setiap harinya.
Nah, kehadiran kacamata ini
kemudian menjadi puncak dari evolusi Snapchat yang menandai cara baru
untuk berbagi momen-momen tersebut. Dari sisi teknis, Spectacles
berupaya menghadirkan inovasi meski terbilang baru terjun di ranah ini.
Terdapat
kamera yang dikelilingi lampu LED yang akan otomatis aktif saat
merekam. Lampu LED-nya sendiri tak terlihat karena didesain sedemikian
rupa agar tampak cantik bertengger di kacamata. Semua komponen
dibenamkan dalam sepasang kacamata yang tampil ramping.
Tak
kalah menarik lagi adalah circular video yang disebut-sebut Snapchat
sebagai temuan paling inovatif. Berdasarkan keterangan pada website
mereka, disebutkan bahwa Spectacles terkoneksi secara langsung ke
Snapchat melalui Bluetooth atau WiFi dan mentransfer hasil tangkapan
kamera langsung ke aplikasi dengan bantuan format circular video.
"Circular video menampilkan tayangan secara layar penuh di
perangkat apa pun, pada orientasi apa pun dan menangkap perspektif
pengguna dengan sudut pandang 115 derajat," demikian keterangan
Snapchat.
Lebih penting lagi, kunci utama Spectacles digadang-gadang bakal sukses, seperti dikutip dari Upload VR, Minggu (23/10/2016) adalah karena tampilannya yang menarik.
Snapchat tak hanya memikirkan kombinasi hardware dan software yang canggih tetapi juga membuat sebuah wearable gadget bisa tampil sebagai item fashion.
Spectacles akan ditawarkan dalam tiga warna berbeda, hitam, biru dan oranye. Tak hanya ingin menunjukkan bahwa kacamata canggih harus tampil stylish. Snapchat juga membanderolnya dengan harga yang terbilang bisa dijangkau untuk sebuah wearable gadget, yakni USD 129 atau sekitar Rp 1,7 jutaan.
Meski baru akan dirilis sekitar November mendatang, respons terhadap Spectacles terbilang lumayan membuat Snapchat pede. Business Insider melakukan survei terhadap lebih dari 300 orang yang masuk dalam kategori generasi milenial di AS dan Kanada.
Jawabannya, sebanyak 31% responden yang disurvei mengatakan, mereka tertarik membeli Spectacles. Jika presentase ini diaplikasikan ke 60 juta pengguna aktif harian aplikasi Snapchat di AS dan Kanada, artinya ada permintaan cukup besar untuk Spectacles. Dari hitung-hitungan kasar berdasarkan hasil survei ini, Snapchat diperkirakan bisa menjual 3 juta Spectacles tahun ini.
Lebih penting lagi, kunci utama Spectacles digadang-gadang bakal sukses, seperti dikutip dari Upload VR, Minggu (23/10/2016) adalah karena tampilannya yang menarik.
Snapchat tak hanya memikirkan kombinasi hardware dan software yang canggih tetapi juga membuat sebuah wearable gadget bisa tampil sebagai item fashion.
Spectacles akan ditawarkan dalam tiga warna berbeda, hitam, biru dan oranye. Tak hanya ingin menunjukkan bahwa kacamata canggih harus tampil stylish. Snapchat juga membanderolnya dengan harga yang terbilang bisa dijangkau untuk sebuah wearable gadget, yakni USD 129 atau sekitar Rp 1,7 jutaan.
Meski baru akan dirilis sekitar November mendatang, respons terhadap Spectacles terbilang lumayan membuat Snapchat pede. Business Insider melakukan survei terhadap lebih dari 300 orang yang masuk dalam kategori generasi milenial di AS dan Kanada.
Jawabannya, sebanyak 31% responden yang disurvei mengatakan, mereka tertarik membeli Spectacles. Jika presentase ini diaplikasikan ke 60 juta pengguna aktif harian aplikasi Snapchat di AS dan Kanada, artinya ada permintaan cukup besar untuk Spectacles. Dari hitung-hitungan kasar berdasarkan hasil survei ini, Snapchat diperkirakan bisa menjual 3 juta Spectacles tahun ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar